STIKES Bali Lepas 57 Sarjana Keperawatan

STIKES Bali Lepas 57 Sarjana Keperawatan

Dengan komposisi kelulusan 71,93 persen lulus dengan predikat dengan pujian, 26,32 persen sangat memuaskan dan 01,75 persen memuaskan, menandakan lulusan Stikes Bali siap bertarung memenangkan kompetisi di era revolusi teknologi 4.0.

Keberhasilan yang telah dicapai oleh wisudawan, kata Darma, bukanlah hadiah, bukan juga diraih dengan mudah, namun keberhasilan ini berkat kerja keras, disiplin, semangat pantang menyerah, serta berkat dukungan dari para orangtua dan pihak-pihak lainnya. Waktu 1,5 tahun perjuangan mereka dalam mengikuti kuliah sampai pada skripsi, telah mernbuahkan hasil yang gemilang sehingga bisa kita saksikan bersama, mereka hari ini di wisuda, kata Darma Suyasa saat membacakan laopran.

Meski demikian, ia menekankan para wisudawan tak larut dalam kegembiraan, sebab menurutnya perjuangan belum selesai. Beberapa tahapan penting yaitu Program Profesi Ners dan Uji Kompetensi akan menugg para sarjana keperawatan itu untuk memenuhi standar kompetensi sesuai peraturan perudnang-undangan yang berlaku.
Pada wisuda tersebut, lulusan terbaik pertama diraih I Putu Dedy Eka Putra dengan IPK 3,93, disusul Ni Luh Putu Evi Pratiwi dengan IPK 3,91 dan Ni PutuRupiyani dengan IPK 3,87 pada posisi ke tiga. Kami ucapkan selamat kepada para yudisiawan dan para orangtua yang berbahagia. Semoga mereka senantiasa mampu membanggakan keluarga, bangsa dan Negara di sesuai kompetensinya, sebutnya.

Lebih lanjut, pria asal Karangasem ini menyatakan, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang dipimpinnya semakin meningkat. Terbukti dari proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2018 yang sudah beralan sejak awal Januari 2018, hingga saat ini sudah terdapat 242 pendaftar jalur PMDK. Pendaftaran jalur PMDK akan ditutup tanggal 25 April 2018. Selanjutnya akan dibuka pendaftaran jalur reguler dan jalur Program B mulai tanggal 30 April-27 Juli 2018, terang dia.

Stikes Bali, masih menurut Dharma, telah melakukan beberapa terobosan yang tujuannya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam setahun terakhir, Stikes Bali mengelola 84 judul penelitian dengan dana sebesar Rp 714 juta yang bersumber dari DIKTI, Yayasan dan St Louis College di Bangkok. Sebagai hasil dari penelitian tersebut, telah diterbitkan 23 artikel dalarn jurnal intemasional dan nasional serta 22 oral presentasi.

Di bidang pengabdian kepada masyarakat, 20 kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dengan menghabiskan dana 194 juta yang bersumber dari DIKTI, yayasan dan dana dari Desa Binaan. Kegiatan Student and Faculty Exchange (Pertukaran mahasiswa dan Dosen) yang bertujuan untuk peningkatan wawasan mahasiswa dan dosen pada proses pendidikan dan pelayanan kesehatan di negara Asean.

Koordinator Kopertis Wilayah VIII Bali Nusra Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., mengakui jebolan Stikes Bali mampu beradaptasi dengan era revolusi teknologi 4.0 . Menurutnya, era ini merupakan tantangan besar namun sangat mudah menjadi orang kaya. Ia mencontohkan seperti yang terjadi di Kota Semarang, lulusan Stikes dalam waktu singkat menjadi milioner dengan menjual alat kesehatan berbasis online.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua YPPLPK Bali Drs. IB Arka juga turut memotivasi para wisudawan. Arka mendorong lulusan Stikes Bali untuk menciptakan lapagan kerja, meningkatkan minat bekerja di luar negeri, khususnya Jepang, melaksanakan pelayanan kesehatan dengan tulus teknologi dan terus mempelajari teknologi sesuai kemajuan zaman.(gde)