STIKES Bali Angkat Sumpah 465 Tenaga Kesehatan "Mulai 2019, Lulus Uji Kompetensi Dulu Baru Boleh Diwisuda"

STIKES Bali Angkat Sumpah 465 Tenaga Kesehatan "Mulai 2019, Lulus Uji Kompetensi Dulu Baru Boleh Diwisuda"

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali, Kamis ( 30/8) kemarin melantik dan mengangkat sumpah 465 tenaga kesehatan. Pengangkatan  sumpah dilakukan  pimpinan organisasi profesi PPNI dan bidan disaksikan rohaniawan dan Kadiskes Bali,  Ketut Suarjaya.

 

Ketua STIKES Bali, I Gede Putu Darma Suyasa, SKp., MNg., PhD.,   menjelaskan dari jumlah itu 43 orang mengikuti angkat sumpah bidan, dan 422 orang mengikuti angkat sumpah perawat. Jika dirinci  dari 422 yang mengikuti sumpah perawat, 187 diantaranya adalah Ners, 155 ahli madya keperawatan jalur reguler, dan 80 ahli madya keperawatan jalur RPL. Sebelumnya mereka telah dinyatakan lulus pada yudisium di masing-masing program studi dan diwisuda.

Dia menegaskan, sesuai dengan Surat dari Plt. Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemristekdikti (Prof Intan Ahmad) nomor 508/8/TU/2018 tanggal 27 Agustus 2018, mulai Juni 2019 uji kompetensi akan bersifat exit-exam. Ini berarti bahwa seluruh mahasiswa belum bisa diwisuda sebelum lulus uji kompetensi.

Kebijakan ini menurut Putu Darma Suyasa sangat baik dari segi penataan pendidikan tinggi, asalkan bisa dilakukan secara efisien dna efektif. Kata dia, proses ini memerlukan waktu panjang mulai dari sosialisasi pengumuman tes, pendaftaran hingga pengumuman kelulusan. Untuk itu dia menilai pelrunya duduk bersama antara PT kesehatan dengan pimpipan profesi.

Untuk menyikapi ini, di STIKES Bali sudah mempersiapkan berbagai strategi diantaranya meningkatkan jam pembahasan kasus (case study) dengan pendekatan blue print uji kompetensi.

Hal itu didukung Ketua YPPLPK Bali, Drs. Ida Bagus Arka hahwa STIKES Bali akan taat asas. Dengan model exit-exam menuntut lembaga pendidikan tinggi kesehatan bersiang dalam mutu. ‘’Disinilah masyarakat akan menilai lembaga pendidikan mana berkualitas,’’ujarnya.

Dalam setiap pertemuan Ida Bagus Arka mentargetkan  STIKES Bali selalu lulus 100 persen di Unkom seperti yang terjadi 2018 ini. Untuk itu jangan ragu lagi dengan lulusan STIKES Bali karena terbukti berkualitas.

Soal peluangg kerja lulusan STIKES Bali, Ida Bagus Arka menegaskan masih terbuka di Bali dan lebih terbuka lagi di Jepang dan luar negeri.

Hal itu juga dibenarkan Putu Darma Suyasa  bahwa peluang kerja bidan dan perawat di Bali masih ada namun sangat kompetitif. Peluang terbesar ada di Jepang, Kanada dan AS. Namun demikian dia sudah menyiapkan lulusan menjadi tenaga kerja pencipta lapangan kerja. Mislanya wirausaha di pelayanan kesehatan mandiri dan berhimpun  dengan alumni membuat pelayanan home care.

 

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada BPPSDM Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali atas kepercayaannya untuk mendidik karyawan  meraih gelar Ahli Madya Keperawatan. Setelah proses hari ini, masih ada satu tahapan penting yang harus dilalui oleh setiap lulusan perguruan tinggi kesehatan yaitu uji kompetensi. Untuk Kebidanan, Ukom dilaksanakan  26-27 Oktober, D-III Keperawatan 12-13 Oktober dan Ukom Ners tanggal 18-21 Oktober 2018.  Yang menggembirakan tahun ini mahasiswa alih jenjang (Konversi/Program B), telah lulus Ukom Ners 100% pada Periode 2 tahun 2018.

Saat ini STIKES Bali h menerima 550 orang mahasiswa baru, termasuk 61 untuk program RPL. Student and Faculty Exchange yang digalang sejak tahun 2008 kini menjadi unggulan di STIKES Bali. Alumni yang mengikuti program ini terserap di lapangan kerja karena pengetahuan global serta kemampuan berbahasa asing yang mereka miliki. (025)

DISUMPAH- Ketua STIKES Bali, Gede Putu Darma Suyasa menyaksikan angkat sumpah 465 tenaga kesehatan.