Refleksi 13 Tahun Stikes Bali Peringkat Pertama PT Kesehatan di Indonesia Timur

Refleksi 13 Tahun Stikes Bali Peringkat Pertama PT Kesehatan di Indonesia Timur

Memasuki usia ke-13 tahun, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali telah tumbuh menjadi lembaga terkemuka ilmu kesehatan yang menghasilkan lulusan professional perawatan kesehatan dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan mumpuni yang sanggup bersaing di tingkat lokal, nasional dan internasional. Stikes Bali menduduki perinigkat pertama Perguruan Tinggi (PT) Kesehatan di wilayah Indonesia Timur.


Capaian prestisuis lainnya seperti, meraih akreditasi nilai B untuk institusi dan seluruh program studi (prodi), medali emas Anugerah Hita Karana Widya Nugraha, Akademi Perawat dan Akademi Bidan terbaik, Peringkat 310 dari 3244 Perguruan Tinggi se-Indonesia, 85 persen lulus tes kompetensi nasional, khususnya untuk program Profesi Ners. 92 persen untuk D III Keperawatan dan 78 persen untuk DIII Kebidanan, serta menjuarai sejumlah kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional.

Berpacu dengan waktu, pimpinan Stikes Bali juga meyiapkan, bahkan sudah melakukan program-program strategis untuk kemajuan lembaga. Di antaranya, mengajukan proposal program studi baru meliputi Akupuntur dan Remedies Herbal, Farmasi, Teknologi Laboratorium Medis, Profesi Bidan, Magister Keperawatan. Untuk mendukung rencana itu, pihak Stikes Bali telah men-support tenaga pengajar untuk melanjutkan pendidikan ke PhD dan gelar master akupuntur ke universitas di Shanghai. Demikian dikatakan Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp.,M.Ng.,P.hD., di sela perayaan puncak Dies Natallis ke-13 di Convention Hall, kampus setempat, Rabu (9/5).

Peraih gelar PhD di Australia ini menambahkan, perayaan hari jadi lembaga yang memiliki dua kampus (Jl. Tukad Balian, dan Tukad Pakerisan, Denpasar) tahun ini terasa spesial. Alasannya bertepatan dengan peringatan 10 tahun kerja sama Stikes Bali dengan PBRI, terutama dengan CC Network I. “2008 silam, kami menandatangani kerja sama. Pada saaat itu kami punya kegiatan dengan 6 PT. Dan 2015, BCN Trang bergabung dalam kemitraan. Sekarang kita menandatangai MoU yang diperbaharui dengan CC Network I Plus, bersama dengan BCN Trang , dan Abhaibhubejhr College of Thai Traditional Medicine,” sebutnya.

Stikes Bali, menurut Darma Suyasa, juga mempunyai kerja sama internasional dengan lambaga lintas negara lain, seperti dengan Curtin University di Western Australia, National Cheng Kung University Taiwan, Universitas Nasional Keperawatan dan Ilmu KEsehatan Taipei, Fakultas Kesehatan Masyarakat Mahidol University, St Louis College Bangkok, Happinesu Fukusikae.

Selain itu, Darma Suyasa menyampaikan Stikes Bali memiliki mitra dari Social Welfare Happines Fukusikae yang di awali dengan penandatanganan MoU tahun 2015 lalu. Kerja sama itu khusus mempelajari bahasa Jepang dan membuka kesempatan lulusan Stikes Bali berkarir di Negeri Sakura. “Sekarang kita akan menandatangani perjanjian tambahan yang membuka peluang mahasiswa magang di Jepang. Sehingga menambah wawasan meraeka tentang bahasa budaya dan etos kerja di Jepang,” imbuh dia.

Ia tak lulpa mengucapkan terimakasih kepada ketua Yayasan PPLPK Bali dan pembina Drs. I Ketut Widia, B.N.Stud.,M.M., yang telah menanamkan pondasi yang kuat sehingga Stikes Bali terus melambung menjadi yang terbaik. Turut hadir Koordinator Kopertis Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., Dr. Lailad Jamjam, Fumihiko Nagano, Dr. Panta Apiruknapanon, Dr. Jinata Artunsea, kepala asuhan orangtua siswa, Kepala Asosiasi Alumni. Perayaan kian meriah setelah mahasiswa Stikes Bali unjuk kebolehan menampilkan tari kecak, kolaborasi musik dan tarik suara.