National University Debating Championship 2018 Stikes Bali Dipercaya Jadi Tuan Rumah

National University Debating Championship 2018 Stikes Bali Dipercaya Jadi Tuan Rumah

DENPASAR
Kepercayaan terhadap Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali dalam mengelola event besar kembali dibuktikan dengan ditunjuknya sekolah tinggi kesehatan favorit di Indonesia timur itu sebagai tuan rumah kompetisi National University Debating Championship (NUDC) 2018.

Artinya Stikes Bali untuk kali ketiga dipercaya menjadi tuan rumah NUDC, dan kompetisi berskala dunia Word School Debating Championship ( WSDC) tingkat SMA 2017. Demikian dikatakan Ketua Stikes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp.,M.Ng.,Ph.D., di sela pembukaan NUDC di Convention Halls Stikes Bali, Selasa (3/7).

Darma Suyasa mengaku berterima kasih dipercaya kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan NUDC. Ini berarti NUDC sudah tiga kali diadakan di Stikes Bali dan satu lagi berskala dunia yakni Word School Debting Championship ( WSDC) tingkat SMA 2017, kata Darma Suyasa.
Dia mengakui pelaksanaan NUDC di Stikes Bali sejak awal melibatkan BEM Stikes Bali dan club bahasa Inggris. Mereka diberi pengalaman mengelola sebuah event berskala nasional dan internasional bekerjasama dengan panitia regional dan pusat.

NUDC, lanjut Darma Suyasa, adalah sarana melatih cara berpikir kritis mahasiswa. Bidang yang diujikan menyangkut masalah regional dan internasional. Sedangkan soal prestasi, Darma Suyasa mengatakan tim debat UNDC Stikes Bali pernah masuk enam besar di Kopertis dan maju ke tingkat nasional. Sementara mahasiswa lainnya langganan juara lomba debat nasional berbasa Inggris baik bidang kesehatan maupun bidang umum.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengapresiasi dan mendukung penuh penyelengaraan NUDC di Stikes Bali berjalan lancar. Stikes Bali, menjadi tuan rumah, menurut IB Arka, sangat diuntungkan. Pertama, membangun iklim akademik kampus serta memotivasi warga kampus untuk menjadi yang terbaik dalam debat bahasa Inggris.

Kedua, lanjut Ida Bagus Arka, memberi pengalaman bagi BEM dan maasiswa memgelola event serta memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa di Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Kopertis VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., menegaskan bahwa tujuan utama NUDC adalah dijadikan media untuk menguji kemampuan bahasa Inggris, terutama berani berbicara dan berargumentasi dengan bahasa asing. Sedangkan juara adalah tujuan kesekian. Makanya dia minta peserta serius mengikuti ajang ini karena banyak mendapatkan pengalaman baru.

Dia sendiri memberi contoh sekalipun tak bisa berbahasa Inggris secara baik namun berani tampil dengan bahasa seadanya. Inilah yang ia tanamkan dalam pergaulan global bahwa SDM Indonesia harus jengah dan berani berbahasa asing dengan orang asing.

Ditanya soal belum pernahnya duta Kopertis VIII menjadi juara nasional, Dasi Astawa mengatakan kelemahannya dalam bahasa dan ketidakberanian untuk tampil dan berargumentasi. Padahal dari segi keilmuan mereka tak kalah dengan yang lain. Tahun ini dia berharap tim debat juara di wilayah regional mampu membawa nama Kopertis s VIII di tingkat nasional dan go internasional.

Panitia UNDC dari Stikes Bali, Ni Kadek Ary Susandi,S.S.,M.App.Ling., menambahkan lomba dibagi tiga babak. Untuk babak penyisihan tiap debat melibatkan 4 tim yang terdiri dua debator. Tiap tim berhak bertanding empat kali untuk masuk babak 16 besar kemudian disaring lagi ke babak delapan besar.

Babak grand final diikuti empat tim, sedangkan yang dikirim ke tingkat nasional adalah enam tim terbaik berdasarkan skor. Ada 48 tim dari 48 perguruan tinggi di lingkungan Kopertis Wilayah VIII. Para pemenang akan mewakili Kopertis VIII di ajang yang sama tingkat nasional, jelasnya.

NUDC adalah kompetisi tahunan yang digelar Kopertis Wilayah VIII (Bali Nusra). Kompetisi bergengsi itu dibuka langsung oleh Koordinator Kopertis VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa,S.E., MSi., Selasa ( 3/7) kemarin, bertempat di Convention Halls Kampus Stikes Bali, Jalan Tukad Balian, Denpasar.