COI 2018 Stikes Bali Diikuti 548 Mahasiswa Baru "Jadilah Orang Hebat di Era Industri Pendidikan 4.0"

COI 2018 Stikes Bali Diikuti 548 Mahasiswa Baru "Jadilah Orang Hebat di Era Industri Pendidikan 4.0"

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan  ( STIKES ) Bali memperkokoh diri sebagai PTS bidang kesehatan yang berkualitas dan terpercaya. Hal ini disebabkan kampus ini mampu menjaga budaya mutu sehingga jumlah mahasiswanya meningkat tiap tahun.

Tahun 2018 STIKES Bali menerima 548 mahasiswa, naik 100 orang dibandingkan tahun lalu.  Para mahasiswa baru tersebut mulai Senin ( 27/8) kemarin mengikuti Campus Orientation and Inauguration (COI)  di kampus STIKES Bali.  COI dibuka oleh Kepala LLDikti Wilayah VIII, Prof. Nengah Dasi Astawa bersama Ketua YPPLPK Bali, Drs. Ida Bagus Arka dan  Ketua Stikes Bali, Gede Putu Darma Suyasa,S.Kep.,M.Ng.,Ph.D. ditandai dengan penyematan atribut COI dan pelepasan balon.

Gede Putu Darma Suyasa menjelaskan  mahasiswa baru STIKES Bali tahun ini terdiri dari 216 orang pada Prodi Sarjana Keperawatan, 74 orang Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Anastesiologi, 26 orang Prodi Ahli Madya Keperawatan , 27 orang Prodi Ahli Madya Kebidanan , 46 orang Program Alih Jenjang Prodi Sarjana Keperawatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari lulusan perawat D-III Keperawatan untuk melanjutkan ke jenjang S1 Keperawatan Ners. Sebanyak 59 orang program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

COI kali ini mengambil tema “Menjadi mahasiswa yang cerdas, optimis dan inovatif”. Cerdas, kata dia, mengandung makna sempurna perkembangan akal budinya untuk berpikir dan mengerti. Optimis, mengandung makna berpengharapan/ berpandangan baik dalam menghadapi segala hal. Inovatif berarti menghasilkan sesuatu yang baru. Ketiga hal tersebut merupakan tiga prinsip dasar yang sangat penting untuk mampu bersaing pada jaman globalisasi ini.

Program COI STIKES Bali berlangsung selama 3 hari hingga  29 Agustus 2018. Sebelumnya Minggu (26/8) diadakan pertemuan dengan orang tua mahasiswa guna membahas langkah-langkah strategis dalam rangka mensukseskan program pendidikan di STIKES Bali.

COI dilanjutkan dengan pengenalan sistem pendidikan tinggi, pengenalan sistem kampus dan orientasi sistem pendidikan di STIKES Bali, juga program bela negara dan pengabdian masyarakat berupa kerja bakti di lingkungan kampus, dan penanggulangan bencana oleh BPBD Kota Denpasar. Selain tu Stikes Bali ikut bersama lembaga pendidikan kesehatan di Indonesia mengumpulkan  dana Rp 114 juta lebih untuk bantuan korban gempa bumi di Lombok.

Saat itu juga diperkenalkan  kepengurusan  YPPLPK Bali yang diketuai Drs. Ida Bagus Arka , Drs. I Ketut Widia, BN. Stud., M.M. sebagai pembina , Drs. I Nyoman Murdana, M.BA., M.M. sebagai sekretaris, Drs. I Wayan Sandiyasa, A.Md.Kep sebagai bendahara, Bagus Wayan Oka, B.Sc. sebagai pengawas ,I Made Sudika, SKM., M.M .,sebagai pengawas.

Kepala LLDikti, Prof. I Nengah Dasi Astawa memaparkan soal tantangan pendidikan tinggi di era industry 4.0. Jadikan kemajuan  TI ini menjadi orang kaya. Revolusi 4.0 semua pelayanan menggunakan robot. Jadilah orang hebat di era industri 4.0 dengan cara terus berinovasi, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja lugas.

Ketua YPPLPK Bali, Drs. Ida Bagus Arka meminta tunjukkan diri sebagai mahasiswa Stikes Bali yang penuh disiplin dan pelayanan penuh senyum.(025)

BALON- Kepala LLDikti Wilayah VIII, Prof. Dasi Astawa bersama Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka dan  pengurus yayasan, Gede Putu Darma Suyasa melepas balon dibukanya COI STIKES Bali 2018.