Demonstrasi Gerakan Cuci Tangan Serentak di SMPN 9 Denpasar

Demonstrasi Gerakan Cuci Tangan Serentak di SMPN 9 Denpasar

Sebagai lembaga perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bali melaksanakan pengabdian masyrakat (pengabmas) berupa gerakan cuci tangan serentak di SMPN 9 Denpasar. Ratusan siswa diajarlan cara mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan. Demmikian dikatakan kordinator kegiatan yang juga ketua UPT P3M Ns. Made Rismawan, S.Kep.,MNS., disela kegiatan.

Di era globalisasi ini, kata Rismawan, penyakiy bids masuk ke tubuh manusia melali perantara, salah satunya adalah tangan. Terlebih, tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan bagian tubuh lainnya seperti mata, mulut dan hidung. Sehingga menurutnya tangan berperan penting terhdapa masuknya suatu penyakit ke dalam tubuh. "Makanya kita antisipasi melalui gerakan cuci tangan," jelasnya.

Ditambahkan Rismawan, mencuci tangan adalah salah satu upaya preventif yang paling mudah dilakukan setiap saat. Sedangkan upaya promotifnya adalah upaya pertama dimana terdapat upaya pembelajaran dari, untuk dan oleh masyarakat, demi meningkatkan derajat kesehatannya.

Demonstrasi cuci tangan yang dilakukannya, sambung Rismawan, telah sesuai dengan standar yang dikeluarkan organisasi kesehatan dunia, WHO yang meliputi enam langkah dengan menggunakan handrub atau pun air mengalir. Ia menjelaskan, dipilihnya siswa SMP karena ingin mengedukasi sejak dini generasi muda atau anak yang beranjak dewasa.

"Cuci tangan kelihatannya sepele, tapi banyak orang yang belum tahu standar yang benar. Kami di STIKes sangat konsisten melaksanakan pengabmas karena sudah menjadi tanggung jawab kami sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi." ujar pria asal Singaraja ini.

Sementara itu,m Kepala Sekolah SMPN 9 Denpasara Drs. I Made Arawan, MM mengaku menyambut baik dan berterima kasih kepada STIKes Bali yang telah memberikan edukasi kepada peserta didiknya. arawan mengakui, bukan hanya siswa yang belum mengetahui cara mencuci tangan yang benar, bahkan ia sendiri dan guru-guru belum banyak yang mengetahuinya.

Arawan berharap, ratusan siswanya yang telah mendapatkan edukasi cuci tangan, agar memberitahu sanak keluarga di rumahnya masing-masing. Pasalanya, seiring perkembangan zaman, berbagai ancaman penyakit datang tanpa disadari. Pengabmas kali ini dilakukan oleh Civitas Akademika STIKes Bali yang terdiri dari 14 dosen, dua tenaga kependidikan serta 15 mahasiswa.